Apa itu Salaf ? (2)

e. Disebutkan dari Imam Malik tentang puasa 6 hari di bulan Syawal bahwa beliau tidak pernah menjumpai seorang pun dari kalangan ahli ilmu dan fiqhi yang berpuasa padanya, dan beliau berkata dalam Al-Muwaththa` (1/311), “Tidak sampai kepadaku hal tersebut (berpuasa pada 6 hari di bulan Syawal) dari seorangpun dari kalangan As-Salaf “.(1) Beliau menginginkan dengan kata Salaf adalah para tabi’in dan orang-orang sebelum mereka dari kalangan shahabat serta Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘alaalihi wasallam karena beliau adalah seorang tabi’ut tabi’in

F. Imam Bukhori Rohimahullah berkata dalam Shohihnya,
“Bab : Bagaimana para Salaf mempersiapkan makanan di rumah-rumah dan dalam perjalanan-perjalanan mereka”. (Kitab Al-Ath’imah bab: 70, no. hadits: 5423, 5424)
Kemudian beliau menyebutkan 2 hadits mu’allaq dari ‘A`isyah dan Asma`, 1 hadits marfu’ dari ‘A`isyah dan 1 hadits mauquf dari Jabir radhiallahu ‘anhum.
Ini menunjukkan bahwa yang beliau inginkan dengan kalimat Salaf adalah Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam dan para shahabat beliau.

g. Imam Al-Bajuri rahimahullah berkata, “Mereka adalah orang-orang yang (hidup) sebelum tahun 500 (Hijriah) dan sebelum ketiga generasi, yakni para shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in “.
(Lihat Mauqif Ahlis Sunnah wal Jama’ah (1/62)

• Adapun makna umum maka maknanya mencakup 3 generasi pertama yang terbaik (sebagamana makna khusus) dan mencakup juga orang-orang setelahnya yang mengikuti mereka dengan baik dari kalangan orang-orang belakangan sampai dekatnya Hari Kiamat.

a. Imam As-Saffarini rahimahullah berkata dalam Lawami’ul Anwar As-Sunniyah (1/120), “Mereka adalah orang-orang yang terdahulu lagi pertama dari kalangan shahabat Muhajirin dan Anshar serta seluruh shahabat Nabi Shollallahu ‘alahi wasallam yang terpilih dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik serta para Imam yang berada di atas petunjuk setelah mereka yang kaum muslimin telah sepakat akan keberadaan mereka diatas petunjuk, keilmuan mereka, keterdahuluan mereka, mencontoh dan mengikuti mereka, berjalan di atas jalan mereka dan bermanhaj dengan manhaj mereka”.

b. Syaikh Saleh bin Fauzan Al-Fauzan hafizhohullah berkata, “Salafiah adalah jama’ah kaum mu`minin di abad pertama yang berpegang teguh dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah dari kalangan Muhajirin dan Anshar dan yang mengikuti mereka dengan baik”.
(Lihat kitab An-Nazhorot wat Ta’aqqubat ‘ala maa fii Kitabis Salafiyah hal. 21)

c. Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmy hafizhahullah, “Salaf,mereka adalah para shahabat RasulullahShollallahu ‘alaihi wa ‘alaalihi wasallam dan yang mengikuti mereka dengan baik dari orang-orang yang hidup di tiga generasi yang mulia dan orang-orang yang datang setelah mereka”. (Dinukil dari kumpulan Fatawa Manhajiah yang disusun oleh Hasan bin Muhammad bin Manshur)

d. Syaikh Nashr bin Abdul Karim Al-‘Aql berkata dalam Mujmal Ushul I’tiqad Ahlus Sunnah wal Jama’ah Fil ‘Aqidah hal. 5,
“As-salaf adalah generasi pertama ummat ini dari kalangan para shahabat,tabi’in dan para imam yang berada di atas petunjuk pada tiga masa yang mulia, dan diitlakkan juga terhadap setiap yang mengikuti mereka dan berjalan di atas manhaj mereka disetiap zaman”.

Nampak jelas dari seluruh perkataan di atas bahwa Salaf adalah hizbullah (kelompok Allah) dan jama’ah Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam, karena mereka adalah para shahabat, tabi’in dan yang mengikuti mereka dengan baik sampai dekatnya hari kiamat, yang Allah Subhanahu waTa’ala dan Rasul-Nya telah memuji mereka dalam banyak nash-nash syari’at sebagaimana yang akan datang penyebutannya, insya Allah Ta’ala.

Dan Salaf bukanlah suatu kelompok dari kelompok-kelompok dalam Islam, jama’ah dari jama’ah-jama’ah dalam Islam, bahkan Salaf adalah Islam itu sendiri yang murni dari noda-doda kejahiliyaan orang-orang terdahulu serta dari berbagai bid’ah kelompok-kelompok belakangan, dengan kesempurnaannya dan keuniversalannya dengan Al-Kitab dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para pendahulu yang telah dipuji dengan nushush Al-Kitab dan As-Sunnah”.

Oleh karena itulah berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dalam Majmu’ Al-Fatawa (4/149), “Tidak ada celaan bagi siapa yang menampakkan mazhab Salaf, bernisbah kepadanya dan bersandar kepadanya, bahkan wajib untuk menerima manhaj Salaf menurut kesepakatan (para ulama) karena manhaj Salaf tidak ada kecuali hanya kebenaran”.
__________________
(1) Dan ini dari ketergelinciran beliau yang jarang terjadi, padahal telah shohih dari Rasulullah, beliau bersabda :
َ“Barangsiapa yang telah selesai berpuasa Ramadhan lalu mengikutinya dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawal maka seakan-akan dia telah berpuasa sepanjang tahun”.
Dan para ulama belakangan memberikan uzur bahwa mungkin hadits ini tidak sampai kepada imam Malik rahimahullah.

copas dari sini