FATWA SEPUTAR WUDHU

JIKA KENA NAJIS, APAKAH WUDHU BATAL?

Soal : Jika seseorang yg masih dalam wudhu terkena najis di bajunya, lalu dia membersihkan najis di bajunya tersebut, apakah harus mengulang wudhunya tersebut (yakni batal wudhunya, red)?

Jawab:
Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Hafizhahullah mengatakan:
“Jika seseorang yg masih dalam wudhu terkena najis di badannya atau bajunya, wudhunya tidak terpengaruh (tidak batal). Karena, ini bukan pembatal wudhu. Hanya, dia harus mencuci najis tersebut dari badan atau bajunya dan dia sholat dengan wudhunya yg tadi. Tidak mengapa hal ini baginya.”

*******

BOLEHKAH BERPINDAH TEMPAT KETIKA WUDHU.

Soal:
Bolehkah kita berpindah dari satu tempat ke tempat lain ketika berwudhu?

Jawab:
Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Hafizhahullah mengatakan:
“Tidak mengapa berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya ketika berwudhu. Apalagi jika perpindahan ini dibutuhkan. Seperti, apabila dia berpindah mencari air di tempat lain karena tempat wudhu yg pertama airnya habis.
Tetapi, dalam berpindah ini tidak boleh ada pemisah yg lama. Yakni, tidak memakan waktu yg lama sehingga anggota wudhunya kering. Tidak apa-apa dia menyempurnakan wudhu dengan wudhunya tadi. Asal, niatnya tetap satu. Jika niatnya terpisah, yakni dia memulai wudhu, lalu berpindah dan niatnya terpisah (yakni, dia berniat untuk memulai dari awal lagi, red.), maka dia harus mulai wudhu dari awal lagi. Karena, apa yg dia basuh dengan niat yg pertama telah terpisah hukumnya.”

Dialihbahasakan dari Al Muntaqa min Fatawa Al-Fauzan.

Disalin dari Majalah Tashfiyah edisi 02 vol.01/1432H-2011M. halaman 30.

Iklan