sulitnya kesabaran

Seorang hamba akan merasakan beratnya menanamkan pada dirinya kesabaran apabila ada pada dirinya dua perkara:
1. Adanya faktor pendorong yang kuat untuk melakukan suatu perbuatan
2. Mudahnya fasilitas untuk melakukan perbuatan tersebut.
Apabila keduanya terdapat pada diri seseorang, maka bersabar amat berat baginya, dan jika keduanya tidak ada pada diri seseorang, maka bersabar akan mudah baginya.
Dan adapun jika terdapat salah satu dari keduanya maka bersabar akan mudah dari satu sisi dan berat dari sisi yang lain.

Sebagai contoh: Seseorang yang tidak memiliki keinginan untuk membunuh, mencuri, meminum khamar, atau perbuatan keji lainnya, maka bersabar akan mudah baginya.
Sebaliknya, seseorang yang memiliki faktor pendorong yang kuat dan mudahnya fasilitas untuk melakukan perbuatan terlarang tersebut, maka bersabar amat berat baginya..

Oleh karena itu, sabarnya seorang pemimpin dari berbuat kezhaliman, sabarnya pemuda dari berbuat kemaksiatan, dan sabarnya saudagar kaya dari berfoya-foya memiliki keutamaan besar di sisi Allah. Bahkan mereka di masukkan ke dalam tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat.

Hal itu disebabkan mereka dapat bersabar, padahal pada diri mereka terpenuhi dua perkara yang memudahkan mereka melakukan kemaksiatan, yaitu: faktor pendorong yang kuat dan kemudahan fasilitas…

Oleh karenanya, kakek tua yang berzina, pemimpin yang berdusta, dan orang miskin yang sombong, akan mendapatkan hukuman yang maha dahsyat, disebabkan kesabaran sebenarnya amat mudah bagi mereka, karena telah melemahnya sebab pendorong kepada kemaksiatan yang ada pada diri mereka. Maka ketika mereka tidak bersabar padahal itu mudah bagi mereka, hal itu sebagai bukti atas kedurhakaan mereka kepada Allah.

Atas dasar ini, bersabar dari dosa-dosa lisan dan dosa kemaluan termasuk kesabaran yang sangat berat, disebabkan kuatnya faktor pendorong dan mudahnya fasilitas untuk melakukannya.

Disarikan dari ‘Uddatus Shobirin wa Dzakhirotus Syakirin karya Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah

http://www.facebook.com/notes/ummu-maryam-al-indunisiyyah/-sulitnya-kesabaran-/109001552518356

Iklan