MENGKHUSUSKAN HARI RAYA ‘IED UNTUK MENGUNJUNGI KERABAT

Perhatikan ucapan Syaikh Muhammad bin Hadi al Madkhali hafidzahullah tentang hukum mengkhususkan kunjungan terhadap kerabat dan sahabat di hari raya ied.

============

Pertanyaan

Ada pertanyaan dari Aljazair : “Apa hukum mengkhususkan kunjungan terhadap kerabat dan sahabat di hari raya ied?”

Jawaban

Itu perbuatan yang bagus. Dan kerabat lebih berhak untuk dikunjungi, karena mereka memiliki hubungan yang dekat. Mereka lebih berhak untuk kita memulai kunjungan kita dari pada selain mereka, kemudian setelah baru kita kunjungi yang lain.

Inilah yang dituntut yakni seseorang mendahulukan kerabatnya terlebih dahulu, karena mereka lebih berhak dari selain mereka.

Pada saat itu ia bisa berbuat baik kepada mereka.Kemudian jika tersisa waktu ia kunjungi saudara-saudaranya.

Jika dia mampu melaksanakannya maka Alhamdulillah, jika dia belum bisa melaksanakannya maka ini pun bukan perkara sunnah. Dan sudah mencukupi -walillahil hamd- ketika berjumpa di tanah lapang yang digunakan untuk sholat, demikian pula menjumpai mereka ketika berada di masjid dan ketika menunaikan sholat lima waktu ini sudah mencukupi -walillahil hamd-, tidak harus berkunjung ke rumah mereka.

Hal ini telah menjadi sebuah adat istiadat. Dan adat ini tidak bertentangan dengan syariat. Mereka pun tidak menganggap hal tersebut sebagai suatu ibadah. Hal itu dilakukan karena hari itu adalah hari kebahagiaan dan kegembiraan. Semua hal itu tidak mengapa dilakukan.

Wallahu a’lam wa shallallahu wa sallam wa baaraka ‘ala ‘abdihi wa rasuulihi nabiyyinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashaabihi wa atbaa’ihi bi ihsaan.

ﺗﺨﺼﻴﺺ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻌﻴﺪ ﻟﺰﻳﺎﺭﺓ ﺍﻷﻗﺎﺭﺏ.

ﺍﻧﻈﺮ ﻣﺎﺫﺍ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻫﺎﺩﻱ ﺍﻟﻤﺪﺧﻠﻲ ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ

ﻣﺎ ﺣﻜﻢ ﺗﺨﺼﻴﺺ ﺯﻳﺎﺭﺓ ﺍﻷﻗﺎﺭﺏ ﻭﺍﻷﺻﺪﻗﺎﺀ ﻓﻲ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻌﻴﺪ؟

ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ:

ﻭﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﺰﺍﺋﺮ ﻳﻘﻮﻝ ﻣﺎ ﺣﻜﻢ ﺗﺨﺼﻴﺺ ﺯﻳﺎﺭﺓ ﺍﻷﻗﺎﺭﺏ ﻭﺍﻷﺻﺪﻗﺎﺀ ﻓﻲ

ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻌﻴﺪ؟

ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ :

ﻫﺬﺍ ﻋﻤﻞ ﻃﻴﺐ؛ ﻭﺍﻷﻗﺎﺭﺏ ﺃﻭﻟﻰ ﻣﻦ ﻳﺠﺐ ﻭﺻﻠﻬﻢ؛ ﻷﻧﻬﻢ ﺫﻭﻱ ﻗﺮﺍﺑﺔ، ﻓﻬﻢ

ﺃﻭﻟﻰ ﻣﻦ ﻏﻴﺮﻫﻢ ﺗﺒﺪﺃ ﺑﻬﻢ، ﺛﻢ ﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ ﺑﻐﻴﺮﻫﻢ؛ ﻭﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻟﻤﻄﻠﻮﺏ ﺃﻥ

ﻳﺒﺪﺃ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﺑﺬﻭﻱ ﻗﺮﺍﺑﺘﻪ؛ ﻷﻧﻬﻢ ﺁﻛﺪ ﺣﻘﺎ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻣﻦ ﻏﻴﺮﻫﻢ، ﻓﺤﻴﻨﺌﺬ

ﻳﺒﺮﻫﻢ ﺛﻢ ﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ ﺇﻥ ﻭﺟﺪ ﻭﻗﺘﺎ ﺯﺍﺭ ﺇﺧﻮﺍﻧﻪ؛ ﻭﺇﻥ ﺣﺼﻞ ﺫﻟﻚ ﻓﺎﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ؛

ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﺤﺼﻞ ﻓﻠﻴﺲ ﻫﻮ ﺑﺎﻟﺴﻨﺔ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ؛ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻳﻜﺘﻔﻲ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﻟﻠﻪ

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﺑﺎﻟﺘﻘﺎﺋﻬﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺼﻠﻰ، ﻭﺑﺎﻟﺘﻘﺎﺋﻬﻢ ﺃﻳﻀﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ، ﻭﻓﻲ

ﺍﻟﺼﻠﻮﺍﺕ ﺍﻟﺨﻤﺲ ﻫﺬﺍ ﻳﺤﺼﻞ ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻛﺎﻑٍ، ﻻ ﻳُﺸﺘﺮﻁ ﺃﻥ ﺗﺬﻫﺐ ﺇﻟﻰ

ﺍﻟﺒﻴﺖ؛ ﻟﻜﻦ ﺃﺻﺒﺢ ﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﻗﺒﻴﻞ ﺍﻟﻌﺎﺩﺍﺕ؛ ﻭﻫﻨﺎ ﺍﻟﻌﺎﺩﺍﺕ ﻟﻴﺴﺖ ﻣﻨﺎﻓﻴﺔ

ﻟﻠﺸﺮﻉ، ﻭﻟﻢ ﻳﺰﻋﻤﻮﺍ ﺃﻧﻬﺎ ﻋﺒﺎﺩﺓ؛ ﻭﺫﻟﻚ ﻷﻧﻪ ﻳﻮﻡ ﻓﺮﺡ ﻭﺳﺮﻭﺭ، ﻓﻼ ﺑﺄﺱ

ﺑﺬﻟﻚ ﻛﻠﻪ. ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺑﺎﺭﻙ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺪﻩ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﻧﺒﻴﻨﺎ

ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﺃﺗﺒﺎﻋﻪ ﺑﺈﺣﺴﺎﻥ.

ﺭﺍﺑﻂ ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ﻭﺍﻟﺼﻮﺗﻴﺔ ﻣﻦ ﻫﻨﺎ

http://ar.miraath.net/fatwah/4062

MAJMU’AH ITTIBA’US SALAF 1436/2015

WhatsApp Salafy Solo

————————–

Diposting ulang oleh

🎀WA Nisaa` As-Sunnah🎀

Iklan

BERPISAH DENGAN PENJARA BULAN RAMADHAN ?

Potongan Khutbah Kedua Syaikh Shalih Al Fauzan menyambut Akhir Ramadhan :   Wahai sekalian hamba-hamba Allah. Bila nanti bulan Ramadhan telah usai, maka sesungguhnya hak-hak Allah tak akan pernah usai, kecuali dengan kematian. (Allah berfirman-artinya-) : “Dan beribadahlah kalian kepada Allah sampai kematian menghampirimu.”   Dialah Allah Rabbnya bulan ramadhan, dan Dialah Rabbnya bulan syawal, … Baca lebih lanjut

APA YANG TELAH ENGKAU LAKUKAN SELAMA RAMADHAN

Nasehat yang sangat berharga dari Syaikh Sholih Al-Fauzan berkaitan dengan akan segera berlalunya bulan Ramadhan   ✒ Beliau -hafidzahullah- mengatakan : Wahai segenap kaum mukminin… inilah bulan yang telah berakhir atau yang hampir segera berakhir… Maka hendaknya kita melihat dan menghitung diri-diri kita di dalamnya.. apa yang telah kita persembahkan,apa yang telah kita persembahkan untuk … Baca lebih lanjut