MENENGOK KEMBALI KISAH MANUSIA TERMULIA

Sebulan sudah kita menahan lapar dan dahaga, menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Dan akan lebih sempurna lagi jika puasa tadi dibarengi dengan tuntunan, contoh dan bagaimana Rasulullah berpuasa.

Saudaraku,,

Satu bulan kita berpuasa, menahan lapar dan haus, namun cobalah kita buka kembali bagaimana kita sebelum berpuasa, apakah kita bisa mmenyantap beraneka ragam makanan?

Kebanyakan kita akan menjawab: iya, bisa.

Kita buka kembali lembaran perjalanan kita selama bulan Ramadhan.

Saat sang surya telah kembali ke peraduannya, saat kita berbuka puasa, aneka ragam menu makanan tersaji, sekian jenis minuman dihadirkan di meja makan siap untuk kita santap dan minum. Dan baru saja kita lewati, kemeriahan idul fitri, akan lebih banyak tersaji makanan. Dimulai dari kue-kuenya, opor ayam, rendang, hadir di meja makan kita.

Saudaraku,,

Coba kita buka jauh lembaran hidup Pemimpin manusia, orang yang paling utama. Bagaimana kehidupan beliau

Dikisahkan sendiri oleh Ibunda kita Aisyah -رضي الله عنها- :

ﻭﻋﻦ ﻋﺮﻭﺓ ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ﺃﻧﻬﺎ ﻛﺎﻧﺖ ﺗﻘﻮﻝ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻳﺎ ﺍﺑﻦ ﺃﺧﺘﻲ ﺇﻥ ﻛﻨﺎ ﻟﻨﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻬﻼﻝ ﺛﻢ ﺍﻟﻬﻼﻝ ﺛﻢ ﺍﻟﻬﻼﻝ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻫﻠﺔ ﻓﻲ ﺷﻬﺮﻳﻦ ﻭﻣﺎ ﺃﻭﻗﺪ ﻓﻲ ﺃﺑﻴﺎﺕ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻧﺎﺭ ﻗﻠﺖ ﻳﺎ ﺧﺎﻟﺔ ﻓﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻳﻌﻴﺸﻜﻢ ﻗﺎﻟﺖ ﺍﻷﺳﻮﺩﺍﻥ ﺍﻟﺘﻤﺮ ﻭﺍﻟﻤﺎﺀ ﺇﻻ ﺃﻧﻪ ﻗﺪ ﻛﺎﻥ ﻟﺮﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺟﻴﺮﺍﻥ ﻣﻦ ﺍﻷﻧﺼﺎﺭ ﻭﻛﺎﻧﺖ ﻟﻬﻢ ﻣﻨﺎﻳﺢ ﻭﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﺮﺳﻠﻮﻥ ﺇﻟﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﺃﻟﺒﺎﻧﻬﺎ ﻓﻴﺴﻘﻴﻨﺎ ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ

Dari Urwah dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Aisyah pernah berkata: “Demi Allah, hai anak saudaraku, sesungguhnya kita melihat ke bulan sabit, kemudian timbul pula bulan sabit, kemudian timbul pula bulan sabit. Jadi tiga bulan sabit yang berarti dalam dua bulan lamanya, sedang di rumah-rumah keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah ada nyala api.” Saya -yakni Urwah- berkata: “Hai bibi, maka apakah yang dapat menghidupkan Anda sekalian?” Aisyah radhiallahu ‘anha menjawab: “Dua benda hitam, yaitu kurma dan air belaka, hanya saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempunyai beberapa tetangga dari kaum Anshar, mereka itu mempunyai beberapa ekor unta manihah,lalu mereka kirimkanlah air susunya itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memberikan minuman itu kepada kita.”

(Muttafaq ‘alaih)

Dua bulan terlewati, rumah manusia termulia tidak ada bahan makanan. Hanya ada kurma dan air putih saja.

kita tengok lagi kisahnya

ﻭﻋﻦ ﺳﻌﺪ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻭﻗﺎﺹ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﺇﻧﻲ ﻷﻭﻝ ﺍﻟﻌﺮﺏ ﺭﻣﻰ ﺑﺴﻬﻢ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻟﻘﺪ ﻛﻨﺎ ﻧﻐﺰﻭ ﻣﻊ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﺎ ﻟﻨﺎ ﻃﻌﺎﻡ ﺇﻻ ﻭﺭﻕ ﺍﻟﺤﺒﻠﺔ ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﺴﻤﺮ ﺣﺘﻰ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺃﺣﺪﻧﺎ ﻟﻴﻀﻊ ﻛﻤﺎ ﺗﻀﻊ ﺍﻟﺸﺎﺓ ﻣﺎﻟﻪ ﺧﻠﻂ (ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ)

Dari Sa’ad bin Abu Waqqash radhiyallahu ‘anhu, katanya: “Sesungguhnya saya itu pertama-tama orang Arab yang melempar dengan panahnya -untuk- fisabilillah. Kita semua waktu itu berperang beserta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kita tidak mempunyai makanan sedikitpun melainkan daun pohon hublah dan daun pohon samurini, sehingga seorang dari kita itu sesungguhnya mengeluarkan kotoran besar sebagaimana keadaan kambing kalau mengeluarkan kotoran besarnya dan tidak dapat bercampur dengan lainnya -yakni bulat-bulat serta kering, karena tidak ada yang dimakan.”

(Muttafaq ‘alaih)

Lihat!

Dedaunan yang dimakan oleh Rasul dan para sahabatnya. Kita

Mari kita buka kembali lembaran cerita beliau,

ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﺧﺮﺝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺫﺍﺕ ﻳﻮﻡ ﺃﻭ ﻟﻴﻠﺔ ﻓﺈﺫﺍ ﻫﻮ ﺑﺄﺑﻲ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻓﻘﺎﻝ ﻣﺎ ﺃﺧﺮﺟﻜﻤﺎ ﻣﻦ ﺑﻴﻮﺗﻜﻤﺎ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ ﻗﺎﻻ ﺍﻟﺠﻮﻉ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺎﻝ ﻭﺃﻧﺎ ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻧﻔﺴﻲ ﺑﻴﺪﻩ ﻷﺧﺮﺟﻨﻲ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﺧﺮﺟﻜﻤﺎ ﻗﻮﻣﺎ ﻓﻘﺎﻣﺎ ﻣﻌﻪ ﻓﺄﺗﻰ ﺭﺟﻼ ﻣﻦ ﺍﻷﻧﺼﺎﺭ ﻓﺈﺫﺍ ﻫﻮ ﻟﻴﺲ ﻓﻲ ﺑﻴﺘﻪ ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺃﺗﻪ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻗﺎﻟﺖ ﻣﺮﺣﺒﺎ ﻭﺃﻫﻼ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻬﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻳﻦ ﻓﻼﻥ ﻗﺎﻟﺖ ﺫﻫﺐ ﻳﺴﺘﻌﺬﺏ ﻟﻨﺎ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺇﺫ ﺟﺎﺀ ﺍﻷﻧﺼﺎﺭﻱ ﻓﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺻﺎﺣﺒﻴﻪ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﺃﺣﺪ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺃﻛﺮﻡ ﺃﺿﻴﺎﻓﺎ ﻣﻨﻲ ﻓﺎﻧﻄﻠﻖ ﻓﺠﺎﺀﻫﻢ ﺑﻌﺬﻕ ﻓﻴﻪ ﺑﺴﺮ ﻭﺗﻤﺮ ﻭﺭﻃﺐ ﻓﻘﺎﻝ ﻛﻠﻮﺍ ﻭﺃﺧﺬ ﺍﻟﻤﺪﻳﺔ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺇﻳﺎﻙ ﻭﺍﻟﺤﻠﻮﺏ ﻓﺬﺑﺢ ﻟﻬﻢ ﻓﺄﻛﻠﻮﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺎﺓ ﻭﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻌﺬﻕ ﻭﺷﺮﺑﻮﺍ ﻓﻠﻤﺎ ﺃﻥ ﺷﺒﻌﻮﺍ ﻭﺭﻭﻭﺍ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻷﺑﻲ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻧﻔﺴﻲ ﺑﻴﺪﻩ ﻟﺘﺴﺄﻟﻦ ﻋﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻨﻌﻴﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺃﺧﺮﺟﻜﻢ ﻣﻦ ﺑﻴﻮﺗﻜﻢ ﺍﻟﺠﻮﻉ ﺛﻢ ﻟﻢ ﺗﺮﺟﻌﻮﺍ ﺣﺘﻰ ﺃﺻﺎﺑﻜﻢ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻨﻌﻴﻢ (ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ )

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, katanya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu hari atau suatu malam keluar, kemudian tiba-tiba bertemu dengan Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhu, lalu beliau bertanya: “Apakah yang menyebabkan engkau berdua keluar ini?” Keduanya menjawab: “Karena lapar ya Rasulullah.” Beliau lalu bersabda: “Adapun saya, demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggaman kekuasaanNya, sesungguhnya yang menyebabkan saya keluar ini adalah sesuatu yang juga menyebabkan engkau berdua keluar itu -yakni sama-sama lapar-, Ayolah pergi.” Keduanya pergi bersama beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu mendatangi seorang lelaki dari kaum Anshar, tiba-tiba lelaki itu tidak sedang di rumahnya. Ketika istrinya melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata: Marhaban wa ahlan. Selamat datang di rumah ini dan harap mendapatkan keluarga yang baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya: “Di mana Fulan -suamimu?” Istrinya menjawab: “Ia pergi mencari air tawar untuk kita.” Tiba-tiba di saat itu orang Anshar -suaminya itu- datang. Ia melihat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kedua orang sahabatnya, kemudian berkata: “Alhamdulillah. Tiada seorangpun yang pada hari ini mempunyai tamu-tamu yang lebih mulia daripada saya sendiri. Orang itu lalu pergi kemudian datang lagi menemui tamu-tamunya itu dengan membawa sebuah batang kurma -berlobang- berisikan kurma berwarna, kurma kering dan kurma basah. Iapun berkata: “Silahkanlah makan.” Selanjutnya ia mengambil pisau, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jangan menyembelih yang mengandung air susu.” Orang Anshar itu lalu menyembelih untuk tamu-tamunya itu, kemudian mereka makan kambing itu, juga kurma dari batang kurma tadi serta minum pulalah mereka. Setelah semuanya itu kenyang dan segar -tidak kehausan- lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggaman kekuasaanNya, sesungguhnya engkau semua akan ditanya dari kenikmatan yang engkau semua rasakan ini pada hari kiamat. Engkau semua dikeluarkan dari rumahmu oleh kelaparan. Kemudian engkau semua tidak kembali sehingga engkau semua memperoleh kenikmatan ini.”

(Riwayat Muslim)

Lihat,, Rasulullah keluar karena lapar,,, lapar,,,

Demikian pula dua manusia terbaik setelah Rasul, keluar tengah malam karena kelaparan.

Kita

Saudaraku,, Ternyata kita terlalu kaya dibanding Rasulullah dan para sahabatnya.

Ternyata hidup bahagia sangat mudah.

Mensyukuri nikmat yang ada,

Melewati hari dalam keadaan agama, harta, dan keluarga kita aman, syukurilah..

Faedah dari khutbah idul fitri bersama Ust. Abu Nashim Mukhtar 1436 H

🌐📡 -WBF- 📡🌐

Turut menyebarkan :

⛵ WA Salafiy KalSel ⛵

🌺 Salafiyyah KalSel 🌺

〰〰〰〰〰〰〰〰

🌍Admin Salafiyat Indonesia (ASIA)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s