Nasehat bagi Para Wanita yang Tersibukkan dari Melayani Suami Karena Media Sosial 📲

🌸〰🌸〰🌸〰🌸〰🌸

✏ Jawaban Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah Al Jabiri -hafidzahullah-

                    〰[ 📲 ]〰

❗ Ini merupakan pengkhianatan, dia bermain-bermain terhadap hak suaminya. Sementara yang wajib bagi seorang muslimah adalah menjaga harta suaminya dan anak-anak suaminya.

🏡 Seharusnya dia membantu suaminya untuk mentarbiah anak-anaknya, dan dia menyibukkan dirinya di rumah dgn hal-hal yang bisa mendatangkan manfaat baginya, apakah itu dengan membaca al quran atau membaca buku, atau shalat sunnah jika dia mampu untuk melaksanakannya dan jangan sampai ia tersibukkan dari hak-hak suaminya. Karena ini adalah dosa dan kedzaliman jika dia sampai menunda kemaslahatan untuk suaminya atau melalaikannya, ini adalah dosa dan kedzaliman.

✏Inipun bertentangan dengan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam -dan akan datang pembahasannya insyaAllah di kitabul imaroh ini- :

(Dan seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya atau terhadap harta suami dan anak-anak suaminya)

Jadi hendaknya seorang muslimah berhati-hati.

✏Dan dalam hadist yg lain bersabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam :

(Tidaklah seseorang diberi kepemimpinan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sementara dia tidak mengisi nya dengan nasehat-nasehat,

dalam hadist yg lain:

kemudian dia meninggal dalam keadaan berkhianat atas mereka kecuali ia tidak akan masuk syurga bersama mereka)

dan pada riwayat pertama:

(kecuali Allah akan mengharamkan syurga baginya)

Maka hendaknya seorang muslimah bertakwa kepada Rabbnya dan hendaknya dia menjaga hak suaminya karena itu adalah sesuatu yang diwajibkan atasnya 〰🌸

❗Kemudian apa yang bisa diambil manfaatnya oleh seorang muslimah ketika dia duduk dalam waktu lama dengan medsos nya?!

💦 Ini membuang-buang waktu.
Dan waktu itu wahai anakku bisa jadi kebaikan atau kejelekan bagi dirimu, maka hendaknya engkau bersungguh-sungguh agar waktu tersebut menjadi kebaikan bagimu dan jangan engkau sia siakan sehingga dia menjadi berbalik dan menimbulkan kejelekan atas dirimu. Dan kamu nantinya akan dihisab atas hal tersebut. Na’am.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰📲

📚Sumber: http://ar.miraath.net/fatwah/11340

Alih Bahasa: Abu Rufei’ Abdul Mu’thy bin Mughni -hafidzahullah-

🌷🍃ash shalihah🍃🌷

🔁 Diposting ulang:
🎀 WA Nisaa` As-Sunnah 🎀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s