MELATIH KESABARAN DARI GANGGUAN ORANG LAIN (5)

14. Bahwa kesabarannya atas orang yang menyakitinya dan memikul beban tersebut akan menjadi penyebab sadarnya orang yang telah menzaliminya, dia akan menyesal dan meminta uzur (pada anda), dan manusia akan mencela orang tersebut.

Sehingga orang tersebut akan kembali sadar setelah ia menyakiti anda, ia akan merasa malu dan menyesali tindakannya. Bahkan dia berubah jadi orang yang berloyalitas pada anda.

Hal ini terkandung dalam firman Allah Ta’ala :
(َۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ * وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ)

“Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.
Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.”
[Surat Fussilat 34 – 35]…

(Masaail Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 1/168-174)

••••••••

15. Terkadang balas dendam merupakan sebab bertambahnya tindakan kejelekan musuh, semakin memperkuat pertahanan dirinya, dan musuh akan terus berpikir dengan beragam gangguan yang bisa ia gencarkan padanya. Sebagaimana yang telah kita saksikan.

Namun bila ia mau bersabar dan memaafkan dia akan aman dari beragam kemudaratan diatas.

Orang yang berakal tidak akan memilih kemudaratan yang lebih besar untuk menghilangkan kemudaratan yang lebih kecil.

Betapa banyak tindakan balas dendam yang menimbulkan kejelekan yang dia tidak mampu membendungnya.

Sudah berapa jiwa, para tokoh dan harta yang hilang gara-gara balas dendam…

Seandainya orang yang terzalimi mau memaafkan niscaya hal tersebut (harta dan jiwa) akan tetap ada padanya…✍

(Masaail Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 1/168-174)

••••••••

16. Orang yang terbiasa membalas dendam dan tidak bisa bersabar pasti dia akan terjatuh dalam kezaliman karena nafsu tidak akan merasa cukup pada kadar keadilan yang wajib (dalam membalas gangguan), terkadang dia tidak mampu untuk merasa cukup dalam membalas sesuai kadar yang benar.

Sesungguhnya amarah itu akan mengeluarkan pelakunya dari tindakan dan ucapan dalam batasan akal sehat.

Memang diawal dia adalah orang yang dizalimi namun setelah ia mendapat pertolongan dan kekuatan maka berbaliklah keadaan dia menjadi orang yang menzalimi,  dia menanti-nanti saat untuk membalaskan dendamnya dan menghukum musuhnya…

(Masaail Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 1/168-174)

➖➖➖➖➖

17. Sesungguhnya kezaliman yang ia rasakan adalah sebab dihapuskannya kejelekan yang dia lakukan atau untuk mengangkat derajatnya.

Namun bila ia membalas dendam dan tidak bersabar maka kezaliman itu tidak akan menghapus kejelekanya dan tidak mengangkat derajatnya.

•°•°•°•°•°••°°•°•°•°•°•

18. Sesungguhnya memaafkan dan bersabar termasuk pasukan terbesar yang ia miliki untuk menghadapi musuhnya.

Karena dengan memaafkan dan bersabar hal itu akan menimbulkan rasa rendah pada musuhnya dan ketakutan padanya serta manusia.

Karena manusia tidak akan diam dari tindakan musuhnya walaupun ia diam.

Namun bila ia membalas dendam semua hal diatas akan hilang.

Oleh karena itu anda mendapati kebanyakan manusia bila ia mencela orang lain atau menyakiti dia ingin orang tersebut memberikan respon balasan.

❗️Bila orang tersebut membalas dia akan tenang dan ia bisa melemparkan beban berat yang ia rasakan…✍

(Masaail Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 1/168-174)

°°°°°°°°°°°°°°

19. Bila ia memaafkan musuhnya maka jiwa musuhnya merasa bahwa dia telah berada diatasnya. Dan ia telah mendapatkan keuntungan (dari memaafkan) atas dirinya.

Sehingga musuhnya selalu memandang dirinya lebih rendah.

️Cukuplah hal ini sebagai keutamaan dan kemuliaan bagi orang yang memaafkan.

•••••••••••

20. Bila ia memaafkan dan dan memaklumi (kesalahan orang lain) maka hal ini merupakan kebaikan.

Dan kebaikan itu akan melahirkannya kebaikan yang lain, dan kebaikan yang terlahir akan memunculkan kebaikan lainnya lagi.

Demikianlah terus menerus kebaikan itu bertambah karena balasan kebaikan adalah kebaikan sebagaimana balasan kejelekan adalah kejelekan berikutnya.

Dan hal ini seringnya menjadi sebab keberhasilan dan kebahagiaannya yang abadi,bila ia membalas dendam dan membela dirinya maka akan hilang keutamaan diatas.

…………….Selesai………………

Walhamdulillah Wabihi Tatimmush Sholihat

(Masaail Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 1/168-174)

Sumber:

ابن تيمية : تعلم تحمل أذى الآخرين

Alih bahasa : Abu Sufyan Al Musy Ghofarohullah
_______________________________
        22 Jumadil Akhir 1437
🌀Daarul Hadits Al Bayyinah🌀
               Sidayu Gresik
              Harrosahallah
🔊🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔊

   🔵Channel Telegram UI🔵
         http://bit.ly/uimusy

Kunjungi Website Kami MUSY
            [Muslim Salafy]
http://www.musy.salafymedia.com

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Turut menyebarkan:
Whatsapp: syarhus sunnah lin nisaa`

Channel Telegram:
http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa

Website:
http://catatanmms.wordpress.com
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s