💥 Lima Perkara Perusak Hati 💥

1. Terlalu banyak bergaul dengan orang-orang

Sesungguhnya memenuhi hati dengan polusi nafsu-nafsu anak adam akan menjadikan hati menghitam, menyebabkannya tercerai-berai, merana, menyesal, melemah dan menyia-nyiakan kemaslahatanya…

⬛️Sehingga ia menjadi orang yang menelantarkan hatinya karena sibuk dengan urusan manusia.

🌀Pikirannya akan terpecah, tidak fokus karena larut dalam memenuhi keinginan dan tuntutan mereka.

🔵Maka apa yang akan tersisa dari dirinya untuk Allah dan negeri akhirat ?

💵Pergaulan yang seperti ini yaitu pergaulan yang dibangun atas kecintaan pada dunia, bisa berbalik menjadi permusuhan.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :
(الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ)

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”
(Az Zukhruf : 67)

🔵Berkata Kholilullah Nabi Ibrahim terhadap kaumnya :

(وَقَالَ إِنَّمَا اتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا مَوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ وَيَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَ)

“Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu melaknati sebahagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolongpun.”
[Surat Al-Ankabut 25]

☎️Kaidah yang bermanfaat dalam bergaul dan berbaur dengan masyarakat adalah :

🕌Hendaknya ia bebaur dengan mereka dalam hal-hal kebaikan seperti sholat jum’at atau sholat berjamaah, berhari raya, haji, gtaklim, jihad dan memberi nasihat…

🔴Dan ia menjauh dari mereka dalam hal-hal kejelekan dan perkara mubah yang berlebihan…

⭕️Kalau memang dibutuhkan untuk berbaur dengan mereka dalam perkara mubah (boleh) yang berlebihan maka hendaknya ia berusaha kuat untuk merubah majlis tersebut menjadi bentuk ketaatan pada Allah jika hal itu memungkinkan baginya….

2. Panjang Angan-angan (Dunia)

💤Sesungguhnya angan-angan (dunia) itu adalah modalnya orang-orang yang merugi dan barang milik setiap orang yang berjiwa rendah, dia tidak memiliki keseriusan untuk meraih sesuatu yang nyata.

☀️Adapun seorang yang memiliki semangat yang tinggi, maka angan-angannya seputar ilmu dan iman, dan juga amalan yang mendekatkannya pada Allah.

🌕Dan Nabi Sholallahu alaihi wasallam sendiri memuji orang yang memiliki angan-angan kebaikan dan terkadang beliau menjadikan pahalanya sama dengan pahala orang lain yang mengerjakannya…

📚Al Mufsidatul Qolbi Al Khomsa

📝Catatan :
Dari keterangan diatas ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil :

1. Terlalu panjang angan-angan dan larut  dalam mimpi-mimpi terkait dengan urusan dunia adalah perkara yang dibenci.

📌Berkata Ali Bin Abi Thalib Rodhiyallahu anhu :

  إنما أخشى عليكم اثنتين: طول الأمل واتباع الهوى، فإن طول الأمل ينسي الآخرة
“Yang aku khawatirkan menimpa kalian adalah dua perkara :
Terlalu panjang angan-angan (dunia) dan mengikuti hawa nafsu.
Karena panjangnya angan-angan (dunia) akan membuat lupa dari akhirat sedangkan mengikuti hawa nafsu akan menghalangi seseorang dari kebenaran.”

📌Berkata Al Hasan Al Basri Rohimahullah Ta’ala :

لا تتمن أحد المال و ما يدريه لعل هلاكه في ذلك المال

“Janganlah engkau mengangan-angankan harta karena bisa jadi kehancuranmu disebabkan oleh harta tersebut.”

2. Islam tidak mengajarkan umatnya untuk larut dalam mimpi-mimpi dan angan-angan,  Islam memerintahkan pemeluknya untuk beramal

🔵Sebagaimana ucapan Nabi Sholallahu alaihi wasallam :

اعملوا كل ميسر لما خلق له

“Beramallah karena setiap orang akan dimudahkan sesuai maksud penciptaannya” (Muttafaqun alaihi.)

☁️Wahai orang-orang yang tenggelam dalam angan-angannya sadarlah dari lamunanmu❗️

💤Wahai orang-orang yang larut dalam mimpi-mimpi indah bangunlah dari tidurmu❗️

☀️Hadapilah dunia ini dengan sesuatu yang nyata❗️

🚘Mulailah untuk beramal jangan buang waktumu dengan perkara yang hampa bagaikan fatamorgana❗️

3. Orang yang hanya bermimpi dan berangan-angan dalam urusan dunia adalah orang yang lemah jiwa dan imannya, orang yang rendah cita-citanya.

4. Berangan-angan untuk perkara akhirat adalah sesuatu yang terpuji, menunjukkan bagusnya karakter seseorang dan betapa tinggi cita-cita.

✈️Maka jadilah anda orang yang punya angan-angan terhadap negeri akhirat lalu berusahlah untuk beramal❗️

📜Berkata Hasan Al Basri Rohimahullah Ta’ala :
Bukanlah iman itu hanya dengan angan-angan ataupun menghias-hiasi penampilan. Akan tetapi iman yang hakiki adalah apa-apa yang bersemayam di dalam hati dan dibuktikan dengan amalan.”

3. Ketergantungan Pada Selain Allah Tabaaroka wa Ta’ala

⚡️Hal ini merupakan perusak hati yang paling besar secara mutlak.

💦Bila seseorang bergantung pada selain Allah maka Allah akan pasrahkan urusannya pada sesuatu yang dia gantungi.

📖Allah Ta’ala berfirman

(وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لِيَكُونُوا لَهُمْ عِزًّا * كَلَّا ۚ سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُونُونَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا)
“Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka,
Sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka.”
[Surat Maryam 81 – 82]

📌Maka manusia yang paling hina adalah yang bergantung pada selain Allah.

🏴Pokok kesyirikan dan kaidah kesyirikan dibangun diatas perkara : Bergantung pada selain Allah dan bagi pelakunya berhak mendapatkan celaan dan kehinaan.

📖Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :

(لَا تَجْعَلْ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُومًا مَخْذُولًا)

“Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan terhina .”
[Surat Al-Isra’ 22]

4. Makanan

🍲Makanan yang merusak hati ada dua macam:

1. Makanan yang haram
Seperti makanan dari hasil mencuri,ghoshob (mengambil paksa milik orang lain), merampok, setiap makanan yang diambil tanpa izin pemiliknya.

2. Makanan yang dikonsumsi melampaui batas. Seperti berlebihan dalam mengkonsumsi makanan halal, kenyang yang kelewat batas.

🍚Karena hal tersebut akan membuat berat dalam melakukan ketaatan, memperkuat dorongan syahwat dan aliran setan karena setan itu mengalir pada aliran darah anak Adam.

💉Puasa dapat mempersempit dan menutup jalannya, sedangkan kekenyangan dapat memberi jalan bagi setan dan memperluasnya.

🍨🍗🍹Sehingga barang siapa yang banyak makannya akan banyak minumnya, orang yang banyak minum akan banyak tidur maka dia akan menjadi orang yang sangat merugi…

Bersambung Insyaa Allah

📚 Al Mufsidatul Qolbi Al Khomsa karya Ibnul Qayyim Rohimahullah ta’ala

📝Alih bahasa : Abu Sufyan Al Musy Ghofarohullah
______________________________
2 Sya’ban 1437
🌀Daarul Hadits Al Bayyinah🌀
Sidayu Gresik
Harrosahallah
🔊🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔊

🔵Channel Telegram UI🔵
http://bit.ly/uimusy

Kunjungi Website Kami MUSY
[Muslim Salafy]
http://www.musy.salafymedia.com

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
🍃Turut menyebarkan:
Whatsapp: 🌹syarhus sunnah lin nisaa`

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s