RANGKAIAN FATWA PUASA (28): JATUH SAKIT SEBELUM RAMADHAN KEMUDIAN MENINGGAL DI BULAN RAMADHAN

▶Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al’ Utsaimin rahimahullah Ta’ala ditanya, ☎ “Ibuku jatuh sakit sembilan hari sebelum Ramadhan. Kemudian ia meninggal dunia di hari kelima Ramadhan. Apakah ia memiliki beban hutang puasa atau tidak? Berilah kami faedah, semoga Allah membalas anda dengan kebaikan. 📝Maka beliau menjawab: “Jika sakitnya tidak ada harapan untuk sembuh, maka bayarkanlah fidyah … Baca lebih lanjut

RANGKAIAN FATWA PUASA (27): SAKIT YANG TIDAK ADA HARAPAN SEMBUH DAN TATACARA MEMBERI FIDYAH

▶ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al’ Utsaimin rahimahullah Ta’ala ditanya, ☎”Ada seseorang yang menderita sakit dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Ia juga tidak mampu berpuasa. Lalu bagaimanakah hukumnya? Berikanlah fatwa kepada kami semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepada Anda atas jasanya kepada kami dan kaum muslimin. 📝 Maka beliau menjawab: “Seorang yang sakit dan … Baca lebih lanjut

RANGKAIAN FATWA PUASA (26): WANITA YANG DATANG BULAN SESAAT SETELAH MATAHARI TERBENAM, BAGAIMANA HUKUM PUASANYA DI HARI ITU?

▶Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al’ Utsaimin rahimahullah Ta’ala ditanya, ☎”Apabila seorang wanita yang haid telah suci sebelum terbitnya fajar, tetapi ia tidak mandi melainkan setelah fajar. Bagaimana hukum puasanya ? 📝Maka beliau menjawab: “Apabila seorang wanita yang haid telah suci sebelum terbitnya fajar walaupun hanya satu menit, dan ia yakin dirinya telah suci. Bila hal … Baca lebih lanjut

RANGKAIAN FATWA PUASA (25): KELUAR CAIRAN KERUH SETELAH DARAH HAID BERHENTI. BAGAIMANA HUKUM PUASANYA

▶Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al’ Utsaimin rahimahullah Ta’ala ditanya, ☎”Seorang wanita bertanya, bahwasanya datang kebiasaan haidnya, dan darah sudah berhenti di hari yang ke 6 semenjak maghrib hingga pukul 12 malam (darah tidak keluar lagi, pen). Lalu ia pun mandi dan berpuasa di esok harinya. Ternyata setelah itu, keluar kudroh (cairan keruh) tapi ia tetap … Baca lebih lanjut

RANGKAIAN FATWA PUASA (24): APABILA SEORANG WANITA YANG HAID SUCI DI SIANG HARI APAKAH IA HARUS MENAHAN DIRI DARI MAKAN DAN MINUM?

▶Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al’ Utsaimin rahimahullah Ta’ala ditanya, ☎ “Apabila seorang wanita yang sedang haid dan wanita nifas telah suci di siang hari bulan Ramadhan, apakah ia wajib menahan diri (dari makan dan minum, pen) ? 📝 Maka beliau menjawab: “Jika wanita yang sedang haid atau wanita nifas telah suci di siang hari bulan … Baca lebih lanjut

RANGKAIAN FATWA PUASA (23): KARYAWAN YANG DIANCAM OLEH ATASANNYA  AKAN DIPECAT JIKA TETAP BERPUASA DAN NASEHAT BAGI ATASAN YANG MUSLIM

▶Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al’ Utsaimin rahimahullah Ta’ala ditanya, ☎”Jika seorang atasan mengancam anak buahnya yang muslim untuk dipecat dari pekerjaannya apabila ia tidak mau membatalkan puasanya (di bulan ramadhan), apakah boleh baginya untuk tidak berpuasa? Dan apa nasihat anda untuk atasan tersebut? 📝 Maka beliau menjawab, “Tidak boleh bagi seorang (muslim) meninggalkan amalan yang … Baca lebih lanjut

RANGKAIAN FATWA PUASA (22): MUSAFIR YANG SUDAH TIBA DI TEMPAT TUJUAN APAKAH MASIH DISEBUT MUSAFIR?

▶ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al’ Utsaimin rahimahullah Ta’ala ditanya, ☎ “Apabila seorang musafir telah tiba di sebuah kota/desa yang bukan desanya, apakah safarnya telah terputus?” 📝Maka beliau menjawab: “Jika seorang musafir tiba di sebuah kota/desa yang bukan desanya, maka safarnya tidak terputus. Maka boleh baginya tidak berpuasa di bulan Ramadhan, walaupun dia tinggal di … Baca lebih lanjut