🔴SERBA SERBI PUASA 6 HARI DI BULAN SYAWAL🔴

1. APAKAH PUASA SYAWAL BISA MENGGANTIKAN HUTANG PUASA DI BULAN RAMADHAN?

📑 Soal ke dua dari fatwa no 11663

📪 Pertanyaan:
Puasa enam hari bulan syawwal tergolong sunnah hukumnya, apabila seorang wanita telah berpuasa enam hari bulan syawwal, apakah itu sudah mencukupi atau bisa membayar hutang puasa yang dia berbuka di bulan ramadhan, ataukah dia tetap harus berpuasa 12 hari, sebagian untuk mengqadha sebagiannya untuk puasa sunnahnya?

🔓 Jawaban:

Orang yang punya hutang puasa ramadhan tidak cukup baginya (dibayar dengan) puasa enam hari syawwal puasa sunnah. Bahka dia wajib membayar hutang puasanya dulu, kemudian baru berpuasa enam hari syawwal, jika ia menginginkan hal itu sebelum berakhir bulan syawwal.

☝🏻 Hanya Allah lah tempat memohon taufiq. Semoga shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga beliau dan sahabat beliau.

📂 Fatawa Al-Lajnah Ad-Daa’imah

📚 Sumber: http://www.alifta.net/Fatawa/fatawaDetails.aspx?languagename=ar&View=Page&PageID=72&PageNo=1&BookID=12

🌎 Kunjungi || http://forumsalafy.net/apakah-puasa-syawwal-bisa-menggantikan-hutang-puasa-di-bulan-ramadhan/

2.  TIDAK DIPERSYARATKAN BERURUTAN PADA PUASA ENAM HARI SYAWAL

📪 Soal :
Apakah mesti pada puasa enam hari bulan syawal untuk dikerjakan berturut-turut, ataukah tidak mengapa berpuasanya berpisah-pisah diantara bulan syawal?

🔓 Jawaban :

Berpuasa enam hari pada bulan Syawal itu telah tetap dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Dan boleh berpuasanya berturut-turut dan berpisah-pisah, karena Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam itu memutlakkan puasanya. Beliau tidak menyebutkan secara berturut-turut, tidak pula terpisah-pisah, yang mana beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

”Barang siapa yang berpuasa bulan Ramadhan kemudian mengiringkannya dengan puasa enam hari bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti berpuasa selama setahun.”
(Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya.)

Wabillahit taufiq.

📚 Sumber fatawa Ibn Baaz || http://www.alifta.com/Fatawa/FatawaChapters.aspx?languagename=ar&View=Page&PageID=80&PageNo=1&BookID=12

🌎 Kunjungi || http://forumsalafy.net/tidak-disyaratkan-berurutan-dalam-puasa-enam-hari-syawwal

3. HUKUM MENGQADHA PUASA ENAM HARI SETELAH SYAWAL

📪 Pertanyaan :
Ada seorang wanita yang berpuasa enam hari bulan syawal tiap tahun. Pada salah satu tahun, dia mengalami nifas karena melahirkan anaknya di awal  ramadhan. Dia tidak suci kecuali setelah habis bulan ramadhan. Kemudian setelah sucinya, dia mengqadha puasanya. Apakah dia juga harus mengqadha puasa enam hari Syawal setelah mengqadha puasa ramadhannya, walaupun hal itu di luar bulan Syawal? Ataukah tidak ada keharusan atasnya selain mengqadha ramadhan saja? Apakah puasa enam hari syawal ini harus terus menerus (setiap tahun-pent) atau tidak?

🔓 Jawaban :

Puasa enam hari bulan Syawal itu hukumnya sunnah tidak wajib, berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam :

<>

”Barang siapa yang berpuasa bulan Ramadhan kemudian mengiringkannya dengan puasa enam hari bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti berpuasa selama setahun.”
(Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya.)

📄 Dan hadits tersebut menunjukkan kalau tidak mengapa berpuasanya secara berurutan atau berpisah-pisah karena kemutlakkan lafazhnya. Dan bersegera dengannya itu lebih utama, berdasarkan firman-Nya :

<>

”Dan aku bersegera kepadaMu wahai Rabbku agar Engkau ridha kepadaku.”
(QS. Thaha )

📚 Dan juga berdasarkan apa yang ditunjukkan ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits nabawi tentang kutamaan berlomba-lomba dan bersegera kepada kebaikan.

Dan puasa syawwal itu tidak wajib terus-menerus (tiap tahun-pent), akan tetapi (terus-menerus) itu lebih utama, berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam :

<>

”Amalan yang paling dicintai Allah itu adalah yang terus menerus dilakukan pelakunya walaupun  sedikit.”

⛔ Dan tidak disyari’atkan mengqadhanya setelah habis bulan syawal, karena hal itu adalah (amalan) sunnah yang sudah terluput kesempatannya, sama saja apakah ditinggalkan karena udzur ataukah tanpa udzur. Wallahu waliyyut taufiq.

📚 Sumber : Majalah al-Buhuts al-Islamiyyah || http://www.alifta.net/Fatawa/fatawaChapters.aspx?View=Page&PageID=86&PageNo=1&BookID=12&languagename=

🌎 Kunjungi || http://forumsalafy.net/hukum-mengqadha-puasa-enam-hari-setelah-syawal/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
       🍃Turut menyebarkan:
Whatsapp: 🌹syarhus sunnah lin nisaa`
Channel Telegram:
http://bit.ly/syarhussunnahlinnisa
Website:
http://catatanmms.wordpress.com

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s