Apa itu salaf (1)

November 13th 2009 by AbuMuawiah

Salaf = Ahlussunnah wa Al-Jama’ah.

Salaf adalah salah satu penamaan lain dari ahlussunnah wa al-jama’ah, yang mana maknanya sama persis dengan makna ahlussunnah yang telah kami uraikan sebelumnya.
Berikut uraiannya:

1. Secara bahasa : Ibnu Faris berkata, “Sin,Lam dan Fa’, suatu kata yang menunjukkan ‘Kaum As-Salaf’ artinya kaum yang terdahulu”.
(Lihat Mu’jam Maqayis Al-Lughoh)
Ibnu Manzhur berkata dalam mengartikan kata Salaf, “Siapa saja yang telah mendahuluimu dari kalangan bapak-bapakmu dan keluarga-keluargamu yang mereka itu berada diatasmu baik dari sisi umur maupun keutamaan”.
(Lihat Lisanul ‘Arob)

2. Adapun secara istilah, kata Salaf memiliki 2 makna:
• Makna khusus, mereka adalah Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam, para shahabat beliau, para tabi’in dan para tabi’ut tabi’in yang tidak pernah melakukan bid’ah dan mereka adalah tiga generasi pertama yang diberikan keutamaan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Berikut contoh-contoh penggunaan kata Salaf dalam makna ini :
a. Dalam hadits Aisyah radhiallahu anha, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam bersabda kepada putri beliau Fathimah:
اِتَّقِيْ اللهَ وَاصْبِرِي فَإِنَّ نِعْمَ السَّلَفُ أَنَا لَكِ‎ ِ
“Bertakwalah kamu dan bersabarlah karena sesungguhnya sebaik-baik Salaf bagi kamu adalah saya”.
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadits ini merupakan landasan dalil dari penamaan salaf, karena beliau Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam menamakan dirinya dengan Salaf. Dan hadits ini merupakan hujjah terhadap siapa saja yang mengingkari penamaan As-Salaf atau dakwah Salaf atau bernisbah kepada Salaf (Salafy) karena penisbahan ini tidak lain kecuali kepada Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam. Dan dari hadits inilah para ulama terdahulu mengambil kata Salaf dan menggunakannya sebagai nama ataupun sifat bagi setiap orang yang mengikuti jalan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam walaupun dia hanya sendirian.

b. Imam Al-Qolsyani berkata,
“As-Salaf Ash-Sholih, mereka adalah generasi pertama yang mendalam ilmunya, yang mendapatkan hidayah dengan hidayah Nabi Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam, yang menjaga sunnah-sunnahnya. Allah telah memilih mereka untuk bershahabat dengan NabiNya dan memilih mereka untuk menegakkan agamaNya”
(Lihat Tahriril Maqolah fiiSyarhir Risalah hal. 36)
Dan hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh shahabat Abdullah bin Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu:
“Sesungguhnya Allah melihat ke hati para hambaNya dan Dia mendapati hati Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa‘ala alihi wasallam adalah sebaik-baik di antara hati-hati para hamba maka Diapun memilihnya untuk diri-Nya dan mengutusnya dengan risalah-Nya.Kemudian Allah melihat lagi ke hati para hamba setelah hati Muhammad dan Dia mendapati hati para shahabat adalah sebaik-baik hati para hamba maka Diapun menjadikan mereka sebagai pembantu-pembantu Nabi-Nya yang mereka itu berperang dalam agama-Nya. Maka apa-apa yang dianggap baik oleh kaum muslimin maka hal itu baik di sisi Allah dan apa-apa yang jelek menurut kaum muslimin maka hal itu jelek di sisi Allah”.

c. Imam Ath-Thohawi berkata dalam Aqidahnya,
“Dan para ulama As-Salaf dari kalangan orang-orang yang terdahulu (para shahabat-pent.) dan yang datang setelah mereka dari kalangan tabi’in, (mereka adalah) ahlul khairi wal atsar (yang memiliki banyak kebaikan dan paham tentang sunnah), ahlul fiqhi wan nazhor (ahli fiqih dan peneliti), mereka tidak (boleh) disebutkan kecuali dengan kebaikan dan siapa saja yang menyebut mereka dengan kejelekan maka dia tidak berada diatas jalan (sunnah)”.
d. Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata tatkala beliau ditanya tentang hakikat Salafiah,
“Tatkala kita berkata ‘As-Salaf’ maka yang kita maksudkan dengannya adalah sebaik-baik golongan yang berada diatas muka bumi ini setelah para Rasul dan para Nabi, mereka adalah para shahabat Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘alaalihi wasallam yang merupakan generasi pertama, kemudian para tabi’in yang datang pada generasi kedua, kemudian tabi’in yang datang pada generasi kedua, kemudian atba’ut tabi’in yang datang pada generasi ketiga. Orang-orang yang hidup di tiga generasi inilah yang di itlakkan atas mereka As-Salaf”.
(Lihat Al-Manhaj As-Salafy ‘Inda Asy-Syeikh Nashiruddin Al-Albany hal. 14)

bersambung ke
apa itu salaf (bag.2)