🔘 KEUTAMAAN MENJAGA PERASAAN ORANG LAIN

○●○●○●○ 🔰 Silsilah Mutiara Hikmah 🔰 🎓 Berkata As Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullohu ta’ala : ❝ Selayaknya bagi setiap insan untuk memperhatikan perasaan manusia, maka apabila ada seseorang yang patah hatinya bersemangatlah untuk menyembuhkannya sesuai dengan kemampuan ☝🏼Dikarenakan pada perkara ini ada keutamaan yang agung, dan setiap insan hendaknya dia menjaga (perasaan) orang lain dengan … Baca lebih lanjut

BEBERAPA WASIAT NABI SAAT SAKIT SEBELUM MENINGGAL DUNIA

💦💦💦💦💦💦💦💦💦 ✏Di tulis Oleh al Ustadz Abu Utsman Kharisman عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسْجِدًا (رواه البخاري ومسلم) 🌹Dari Aisyah radhiyallahu anha dari Nabi shollallahu alaihi wasallam beliau berkata saat sakit yang menyebabkan kematian beliau: “Laknat … Baca lebih lanjut

🍭KISAH SEORANG PENCURI YANG MENDAPAT HIDAYAH

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃 👟👞🏡Seorang pencuri memasuki rumah Malik bin Dinar rahimahullah, kemudian dia mencari sesuatu yang bisa dia curi, akan tetapi dia tidak mendapatkan apapun. Akhirnya dia melihat Malik bin Dinar yang sedang sholat. Ketika Malik telah selesai dari salam dia berkata kepada pencuri tersebut : “Kamu mencari harta dunia (ditempat ini), namun kamu tidak mendapatkannya?” “Apakah … Baca lebih lanjut

🏡JANJI SURGA UNTUK WANITA YANG BERSABAR🌹

⛅☁⛅☁⛅☁⛅☁⛅ ✏Ustadzah Ummu Ishaq al-Atsariyah hafizhahallah 👉🏼Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang paling bertakwa.” (al-Hujurat: 13) 📢Demikianlah standar kemuliaan di sisi Allah ‘azza wa jalla, Sang Pencipta manusia, menyelisihi pandangan mayoritas manusia yang melihat seseorang karena statusnya, kekayaan, kedudukan, dan keturunannya. Bisa jadi, seseorang yang … Baca lebih lanjut

Mintalah Ibumu Untuk Mendoakanmu

🏠 MENCIUM SEMERBAK FAEDAH DARI SEBUAH KISAH ⏪⏩⏪⏩⏪⏩ 🔁 Suhail bin Basyir berkata: 🌀 Sulaim bin Ayyub Ar Razi bercerita padaku bahwa ketika masih kecil sekitar umur sepuluh tahun, dia pergi belajar secara talqin kepada sebagian guru di daerahnya, kota Ray. ☁ Sulaim berkata: Guruku mengatakan padaku, “Maju dan cobalah membaca al-Qur’an.” 🌄 Aku pun … Baca lebih lanjut

KISAH DAN NASEHAT (KISAH HATIM AL-ASHAM)

☝ Hatim al-Asham termasuk di antara pembesar orang-orang shaleh. Hatinya sudah rindu ingin menunaikan haji pada suatu tahun di antara tahun-tahun yang ada. Namun ia belum jua memiliki biaya untuk berhaji, tidak boleh mengadakan perjalanannya, bahkan haji itu tidak wajib tanpa meninggalkan biaya hidup bagi anak-anaknya tanpa keridhaan mereka. 👋 Ketika waktu yang dijanjikan telah … Baca lebih lanjut

📓🍞💎 KISAH SANG PEMILIK ROTI

🌾🌿🌾🌿🌾

❗❕| لا تحقرنّ معروفاً تفعله ولا تحقرنّ ذنباً تفعله |

عن أبي بردة ؛ قال : لما حضر أبا موسى الوفاة ؛ قال : يا بَنِيّ اذكروا صاحب الرغيف .

قال : كان رجل يتعبد في صومعة [ – أراه قال: سبعين سنة – ] لا ينزل إلا في يوم أحَد .

قال : فنزل في يوم أحَد ،

قال : فشبَّه الشيطان في عينه امرأة ، فكان معها سبعة أيام أو سبع ليال ،

قال : ثم كُشف عن الرجل غطاؤه ، فخرج تائبًا ،

فكان كلما خطا خطوة صلى وسجد ،

فآواه الليل إلى دكان عليه إثنا عشر مسكينًا ، فأدركه الإعياء ، فرمى بنفسه بين رجلين منهم .

وكان ثمَّ راهب يبعث إليهم كل ليلة أرغفة ، فيعطي كل إنسان رغيفًا ،

فجاء صاحب الرغيف ؛ فأعطى كل إنسان رغيفًا، ومرَّ على ذلك الذي خرج تائبًا ، فظن أنه مسكين ، فأعطاه رغيفًا ،

فقال المتروك لصاحب الرغيف :
مالك لم تعطني رغيفًا ، ما كان إليّ عنه غنى ؟

فقال : أتراني أمسكته عنك ؟ سل : هل أعطيت أحداً منكم رغيفين ؟

قالوا : لا .

قال : تراني أمسكته عنك ؟
والله لا أعطيك الليلة شيئًا .

فعمد التائب إلى الرغيف الذي دفعه إليه ، فدفعه إلى الرجل الذي ترك .

فأصبح التائب ميتًا ،

فوزنت السبعون سنة بالسبع ليالٍ فلم تزن ،

فوزن الرغيف بالسبع ليالٍ فرجح الرغيف .

فقال أبو موسى : « يا بَنِيَّ اذكروا صاحب الرغيف ».

📚 [ أخرجه ابن أبي شيبة في « المصنف » ( ٣٥٣٥٢ ) ، ( ٣٥٣٥٣ ) ، ( ٩٩٠٦ ) ، والبيهقي في «الشعب» ( ٣٤٨٨ ) بإسناد صحيح ]

______________________________________

❗❕Jangan pernah engkau meremehkan kebaikan (sekecil apapun) yang engkau kerjakan dan jangan pernah engkau meremehkan dosa (sekecil apapun) yang engkau kerjakan.

🌾Dari Abu Burdah, berkata: “Saat menjelang wafatnya Abu Musa (al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu) beliau berkata: “Wahai putra-putraku, ingat-ingatlah selalu (kisah) sang Pemilik Roti”.

🗻🌅 Beliaupun mulai bercerita: “Dahulu ada seorang lelaki yang beribadah kepada Allah di tempat peribadatannya – aku (perowi) mengira dia mengucapkan: selama tujuh puluh tahun -, tidak lah dia turun dari tempat peribadatannya tersebut kecuali hanya pada hari ahad saja”.

Beliau melanjutkan kisahnya: “Maka turunlah dia (keluar dari tempat peribadatannya) pada hari ahad”.

Beliau berkata: “Maka Syaithan menjelma dalam pandangan matanya sebagai seorang wanita, (hingga lelaki tersebut tergoda olehnya), dan tinggallah dia bersamanya selama tujuh hari atau tujuh malam (melakukan perbuatan zina) “.

Beliau berkata: “Kemudian tersingkaplah apa yang menutupi (pandangan mata) nya, (sehingga dia pun mengetahui hakekat yang sebenarnya). Maka keluarlah dia dari tempatnya dalam rangka bertaubat kepada Allah.

Setiap kali dia melangkahkan kakinya satu langkah selalu dia ikuti dengan shalat dan sujud.

Hingga pada suatu malam dia singgah di suatu ruko dimana padanya terdapat dua belas orang miskin. Rasa capek pun menguasai dirinya hingga dia merebahkan tubuhnya diantara dua orang lelaki dari mereka.

Ternyata di daerah tersebut ada seorang Rahib yang setiap malam senantiasa mengirim roti untuk mereka, masing-masing orang mendapat bagian satu potong roti.

Maka datanglah pemilik roti, membagi-bagikannya kepada masing-masing orang, hingga sampailah dia kepada lelaki yang keluar untuk bertaubat. Pemilik roti menyangka bahwa dia termasuk bilangan orang miskin disitu, maka diapun diberi sepotong roti.

(Karena roti yang dibawa hanya cukup untuk dua belas orang, ada satu orang yang tidak mendapatkan bagian)

Berkatalah orang yang tidak mendapatkan bagian tersbut kepada pemilik roti: “Kenapa anda tidak memberiku roti? Sungguh aku sangat membutuhkannya.”

Pemilik roti pun menjawab: “Apakah engkau melihat aku menahannya darimu? Tanyalah, adakah diantara kalian yang aku beri dua roti?”

Mereka semua menjawab: “Tidak ada”

Pemilik roti kembali berkata: “Engkau melihat aku menahannya darimu (tidak memberikannya kepadamu)? Demi Allah, aku tidak akan memberikan sesuatupun kepadamu malam ini!”

Maka lelaki yang bertaubat tadi mengambil roti yang diberikan untuknya dan memberikannya kepada orang yang tidak mendapatkan bagian tersebut.

Pada pagi harinya didapati lelaki yang bertaubat tadi telah meninggal dunia.

Ditimbanglah tujuh puluh tahun (masa ibadahnya) dengan tujuh malam (masa perbuatan maksiyatnya), ternyata belum mengimbanginya.

Kemudian ditimbanglah sepotong roti (yang dia berikan kepada orang yang tidak mendapat bagian tadi) dengan tujuh hari (perbuatan maksiyatnya), ternyata sepotong roti tersebut lebih berat timbangannya.”

Maka berkatalah Abu Musa radhiyallahu ‘anhu: “Wahai putra-putraku.., ingat-ingatlah selalu sang Pemilik Roti tersebut.”

📖 Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf: 35352 – 35353 & 9906, juga al-Baihaqi dalam asy-Syu’ab: 3488 dengan sanad yang shahih.

🔶 (Berkata al-Hafidh Ibnu Rajab al-Hambali dalam kitabnya Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam: 1/436, penerbit Muassasah ar-Risalah; “Dan telah sahih dari riwayat Abu Burdah bahwasanya Abu Musa …dst”, pent)

▪📗Sumber: Majmu’ah Manaabirul Kitab was Sunnah
______________________________________

📝 Al Ustadz Syafi’i Alaidrus Ngawi hafizhahullah

📜➧Untuk fawaaid lainnya bisa kunjungi website kami:
🌏 http://www.ittibaus-sunnah.net
◉  ◈  ◉  ◈  ◉  ◈  ◉  ◈  ◉  ◈  ◉
📌 أصحاب السنة
⭐ASHHABUS SUNNAH✪

📚Ahlus Sunnah Ngawi📚
➖➖➖➖➖➖➖

📬Diposting ulang oleh
🎀WA Nisaa` As-Sunnah🎀

KISAH NAJMUDDIN AYYUB MENCARI JODOH

💐🔻💐🔻💐🔻💐🔻💐🔻💐 👋 Semoga Allah mengkaruniakan kami dan anda sekalian dengan semisal isteri yang shalehah ini yang akan menggandeng tangan anda menuju ke dalam jannah ✋ Najmuddin Ayyub (amir Tikrit) belum juga menikah dalam tempo yang lama. Maka bertanyalah sang saudara Asaduddin Syirkuh kepadanya: “Wahai saudaraku, kenapa engkau belum juga menikah?” ▪Najmuddin menjawab: “Aku belum menemukan … Baca lebih lanjut

BERSIKAP HIKMAH MENGHADAPI KECEMBURUAN DIANTARA PARA ISTRI

Ketika Abu Mihjan Nashib bin Rabbah rahimahullah mendapatkan harta yang banyak dia hanya memiliki satu istri saja yang kulitnya hitam yaitu Ummu Mihjan, maka dia pun menikah lagi dengan seorang wanita yang berkulit putih. Mengetahui hal itu maka Ummu Mihjan pun marah dan cemburu. Maka Abu Mihjan berusaha meredakannya dengan mengatakan: “Wahai Ummu Mihjan, demi … Baca lebih lanjut

MENENGOK KEMBALI KISAH MANUSIA TERMULIA

Sebulan sudah kita menahan lapar dan dahaga, menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Dan akan lebih sempurna lagi jika puasa tadi dibarengi dengan tuntunan, contoh dan bagaimana Rasulullah berpuasa.

Saudaraku,,

Satu bulan kita berpuasa, menahan lapar dan haus, namun cobalah kita buka kembali bagaimana kita sebelum berpuasa, apakah kita bisa mmenyantap beraneka ragam makanan?

Kebanyakan kita akan menjawab: iya, bisa.

Kita buka kembali lembaran perjalanan kita selama bulan Ramadhan.

Saat sang surya telah kembali ke peraduannya, saat kita berbuka puasa, aneka ragam menu makanan tersaji, sekian jenis minuman dihadirkan di meja makan siap untuk kita santap dan minum. Dan baru saja kita lewati, kemeriahan idul fitri, akan lebih banyak tersaji makanan. Dimulai dari kue-kuenya, opor ayam, rendang, hadir di meja makan kita.

Saudaraku,,

Coba kita buka jauh lembaran hidup Pemimpin manusia, orang yang paling utama. Bagaimana kehidupan beliau

Dikisahkan sendiri oleh Ibunda kita Aisyah -رضي الله عنها- :

ﻭﻋﻦ ﻋﺮﻭﺓ ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ﺃﻧﻬﺎ ﻛﺎﻧﺖ ﺗﻘﻮﻝ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻳﺎ ﺍﺑﻦ ﺃﺧﺘﻲ ﺇﻥ ﻛﻨﺎ ﻟﻨﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻬﻼﻝ ﺛﻢ ﺍﻟﻬﻼﻝ ﺛﻢ ﺍﻟﻬﻼﻝ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻫﻠﺔ ﻓﻲ ﺷﻬﺮﻳﻦ ﻭﻣﺎ ﺃﻭﻗﺪ ﻓﻲ ﺃﺑﻴﺎﺕ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻧﺎﺭ ﻗﻠﺖ ﻳﺎ ﺧﺎﻟﺔ ﻓﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻳﻌﻴﺸﻜﻢ ﻗﺎﻟﺖ ﺍﻷﺳﻮﺩﺍﻥ ﺍﻟﺘﻤﺮ ﻭﺍﻟﻤﺎﺀ ﺇﻻ ﺃﻧﻪ ﻗﺪ ﻛﺎﻥ ﻟﺮﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺟﻴﺮﺍﻥ ﻣﻦ ﺍﻷﻧﺼﺎﺭ ﻭﻛﺎﻧﺖ ﻟﻬﻢ ﻣﻨﺎﻳﺢ ﻭﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﺮﺳﻠﻮﻥ ﺇﻟﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﺃﻟﺒﺎﻧﻬﺎ ﻓﻴﺴﻘﻴﻨﺎ ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ

Dari Urwah dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Aisyah pernah berkata: “Demi Allah, hai anak saudaraku, sesungguhnya kita melihat ke bulan sabit, kemudian timbul pula bulan sabit, kemudian timbul pula bulan sabit. Jadi tiga bulan sabit yang berarti dalam dua bulan lamanya, sedang di rumah-rumah keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah ada nyala api.” Saya -yakni Urwah- berkata: “Hai bibi, maka apakah yang dapat menghidupkan Anda sekalian?” Aisyah radhiallahu ‘anha menjawab: “Dua benda hitam, yaitu kurma dan air belaka, hanya saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempunyai beberapa tetangga dari kaum Anshar, mereka itu mempunyai beberapa ekor unta manihah,lalu mereka kirimkanlah air susunya itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memberikan minuman itu kepada kita.”

(Muttafaq ‘alaih)

Dua bulan terlewati, rumah manusia termulia tidak ada bahan makanan. Hanya ada kurma dan air putih saja.

kita tengok lagi kisahnya

ﻭﻋﻦ ﺳﻌﺪ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻭﻗﺎﺹ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﺇﻧﻲ ﻷﻭﻝ ﺍﻟﻌﺮﺏ ﺭﻣﻰ ﺑﺴﻬﻢ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻟﻘﺪ ﻛﻨﺎ ﻧﻐﺰﻭ ﻣﻊ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﺎ ﻟﻨﺎ ﻃﻌﺎﻡ ﺇﻻ ﻭﺭﻕ ﺍﻟﺤﺒﻠﺔ ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﺴﻤﺮ ﺣﺘﻰ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺃﺣﺪﻧﺎ ﻟﻴﻀﻊ ﻛﻤﺎ ﺗﻀﻊ ﺍﻟﺸﺎﺓ ﻣﺎﻟﻪ ﺧﻠﻂ (ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ)

Dari Sa’ad bin Abu Waqqash radhiyallahu ‘anhu, katanya: “Sesungguhnya saya itu pertama-tama orang Arab yang melempar dengan panahnya -untuk- fisabilillah. Kita semua waktu itu berperang beserta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kita tidak mempunyai makanan sedikitpun melainkan daun pohon hublah dan daun pohon samurini, sehingga seorang dari kita itu sesungguhnya mengeluarkan kotoran besar sebagaimana keadaan kambing kalau mengeluarkan kotoran besarnya dan tidak dapat bercampur dengan lainnya -yakni bulat-bulat serta kering, karena tidak ada yang dimakan.”

(Muttafaq ‘alaih)

Lihat!

Dedaunan yang dimakan oleh Rasul dan para sahabatnya. Kita

Mari kita buka kembali lembaran cerita beliau,

ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﺧﺮﺝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺫﺍﺕ ﻳﻮﻡ ﺃﻭ ﻟﻴﻠﺔ ﻓﺈﺫﺍ ﻫﻮ ﺑﺄﺑﻲ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻓﻘﺎﻝ ﻣﺎ ﺃﺧﺮﺟﻜﻤﺎ ﻣﻦ ﺑﻴﻮﺗﻜﻤﺎ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ ﻗﺎﻻ ﺍﻟﺠﻮﻉ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺎﻝ ﻭﺃﻧﺎ ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻧﻔﺴﻲ ﺑﻴﺪﻩ ﻷﺧﺮﺟﻨﻲ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﺧﺮﺟﻜﻤﺎ ﻗﻮﻣﺎ ﻓﻘﺎﻣﺎ ﻣﻌﻪ ﻓﺄﺗﻰ ﺭﺟﻼ ﻣﻦ ﺍﻷﻧﺼﺎﺭ ﻓﺈﺫﺍ ﻫﻮ ﻟﻴﺲ ﻓﻲ ﺑﻴﺘﻪ ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺃﺗﻪ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻗﺎﻟﺖ ﻣﺮﺣﺒﺎ ﻭﺃﻫﻼ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻬﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻳﻦ ﻓﻼﻥ ﻗﺎﻟﺖ ﺫﻫﺐ ﻳﺴﺘﻌﺬﺏ ﻟﻨﺎ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺇﺫ ﺟﺎﺀ ﺍﻷﻧﺼﺎﺭﻱ ﻓﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺻﺎﺣﺒﻴﻪ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﺃﺣﺪ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺃﻛﺮﻡ ﺃﺿﻴﺎﻓﺎ ﻣﻨﻲ ﻓﺎﻧﻄﻠﻖ ﻓﺠﺎﺀﻫﻢ ﺑﻌﺬﻕ ﻓﻴﻪ ﺑﺴﺮ ﻭﺗﻤﺮ ﻭﺭﻃﺐ ﻓﻘﺎﻝ ﻛﻠﻮﺍ ﻭﺃﺧﺬ ﺍﻟﻤﺪﻳﺔ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺇﻳﺎﻙ ﻭﺍﻟﺤﻠﻮﺏ ﻓﺬﺑﺢ ﻟﻬﻢ ﻓﺄﻛﻠﻮﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺎﺓ ﻭﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻌﺬﻕ ﻭﺷﺮﺑﻮﺍ ﻓﻠﻤﺎ ﺃﻥ ﺷﺒﻌﻮﺍ ﻭﺭﻭﻭﺍ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻷﺑﻲ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻧﻔﺴﻲ ﺑﻴﺪﻩ ﻟﺘﺴﺄﻟﻦ ﻋﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻨﻌﻴﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺃﺧﺮﺟﻜﻢ ﻣﻦ ﺑﻴﻮﺗﻜﻢ ﺍﻟﺠﻮﻉ ﺛﻢ ﻟﻢ ﺗﺮﺟﻌﻮﺍ ﺣﺘﻰ ﺃﺻﺎﺑﻜﻢ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻨﻌﻴﻢ (ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ )

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, katanya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu hari atau suatu malam keluar, kemudian tiba-tiba bertemu dengan Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhu, lalu beliau bertanya: “Apakah yang menyebabkan engkau berdua keluar ini?” Keduanya menjawab: “Karena lapar ya Rasulullah.” Beliau lalu bersabda: “Adapun saya, demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggaman kekuasaanNya, sesungguhnya yang menyebabkan saya keluar ini adalah sesuatu yang juga menyebabkan engkau berdua keluar itu -yakni sama-sama lapar-, Ayolah pergi.” Keduanya pergi bersama beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu mendatangi seorang lelaki dari kaum Anshar, tiba-tiba lelaki itu tidak sedang di rumahnya. Ketika istrinya melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata: Marhaban wa ahlan. Selamat datang di rumah ini dan harap mendapatkan keluarga yang baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya: “Di mana Fulan -suamimu?” Istrinya menjawab: “Ia pergi mencari air tawar untuk kita.” Tiba-tiba di saat itu orang Anshar -suaminya itu- datang. Ia melihat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kedua orang sahabatnya, kemudian berkata: “Alhamdulillah. Tiada seorangpun yang pada hari ini mempunyai tamu-tamu yang lebih mulia daripada saya sendiri. Orang itu lalu pergi kemudian datang lagi menemui tamu-tamunya itu dengan membawa sebuah batang kurma -berlobang- berisikan kurma berwarna, kurma kering dan kurma basah. Iapun berkata: “Silahkanlah makan.” Selanjutnya ia mengambil pisau, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jangan menyembelih yang mengandung air susu.” Orang Anshar itu lalu menyembelih untuk tamu-tamunya itu, kemudian mereka makan kambing itu, juga kurma dari batang kurma tadi serta minum pulalah mereka. Setelah semuanya itu kenyang dan segar -tidak kehausan- lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggaman kekuasaanNya, sesungguhnya engkau semua akan ditanya dari kenikmatan yang engkau semua rasakan ini pada hari kiamat. Engkau semua dikeluarkan dari rumahmu oleh kelaparan. Kemudian engkau semua tidak kembali sehingga engkau semua memperoleh kenikmatan ini.”

(Riwayat Muslim)

Lihat,, Rasulullah keluar karena lapar,,, lapar,,,

Demikian pula dua manusia terbaik setelah Rasul, keluar tengah malam karena kelaparan.

Kita

Saudaraku,, Ternyata kita terlalu kaya dibanding Rasulullah dan para sahabatnya.

Ternyata hidup bahagia sangat mudah.

Mensyukuri nikmat yang ada,

Melewati hari dalam keadaan agama, harta, dan keluarga kita aman, syukurilah..

Faedah dari khutbah idul fitri bersama Ust. Abu Nashim Mukhtar 1436 H

🌐📡 -WBF- 📡🌐

Turut menyebarkan :

⛵ WA Salafiy KalSel ⛵

🌺 Salafiyyah KalSel 🌺

〰〰〰〰〰〰〰〰

🌍Admin Salafiyat Indonesia (ASIA)